Kamis, 08 Juni 2017

(BUKAN) Segala Hal Tentang Waktu

°Satu hal tak berwujud, tak berbau, tak terdengar, tak bisa dirasakan keberadaannya, namun dia benar benar ada dan keberadaannya sangatlah penting.
Satu hal tak dapat berbicara, tak dapat mendengar, tak dapat bergerak, namun keberadaannya berhasil 'memperbudak' bos paling tinggi sekalipun.

WAKTU.

°Percayalah, semua hal didunia ini berjalan karena ada WAKTU, bahkan setiap hal didunia ini tak akan pernah bisa lepas darinya, dari masalah paling kecil maupun masalah paling besar sekalipun.

Malam hari, ketika kalian sedang asik beristirahat, membaca, menonton televisi, menulis, tiba tiba listrik mati.
Maka apakah sebenarnya yang akan kalian lakukan saat itu?
Yapp, menunggu nyala listrik kembali. Kalian tak akan pernah terfikirkan bukan jika WAKTU yang mematikan dan menghidupkan listrik dirumah kalian, bayangkan jika tidak ada waktu(?).

Ketika kalian mendapat masalah, dituduh sebagai pencuri, padahal bukan kalian yang mencurinya, hanya WAKTU yang tau kejadian sebenarnya, dan yang bisa kalian lakukan hanyalah berpasrah diri, dan menunggu sang WAKTU menjawab kebenarannya.

°Kalian akan selalu mendengar setiap orang membicarakan soal WAKTU.

Dipagi hari, ketika kalian baru saja membuka mata, WAKTU kembali selalu menjadi topik paling hangat.

"Bangun nak, sudah jam tujuh, kamu berangkat sekolah pagi ini"

Dimalam hari, sebelum kalian menutup mata kalian, WAKTU bahkan belum berhenti untuk dibicarakan.

"Aku harus bangun pukul satu, malam ini tim favoritku akan bertanding di final"

Seakan tak hentinya WAKTU selalu kita perbincangkan.

°Manusia selalu berfikir bahwa ia bisa memanfaatkan waktu, mengatur waktu, dan merasa bisa menjinakkan waktu

-Berpelukanlah, maka waktu akan berhenti-
Benarkah (?) atau itu hanya perasaan kita saja? WAKTU sebenarnya tetap berjalan saat kalian berpelukan.
-Membacalah, maka kalian dapat menjelajahi waktu-
Benarkah (?) atau itu hanya perasaan kita saja?
WAKTU sebenarnya tetap berjalan seperti biasanya, hanya kita yang merasa kembali ke waktu dimana sesuatu yang kita baca ditulis.
-Menulislah, maka kalian dapat merasakan waktu-
Benarkah (?) atau itu hanya perasaan kita saja?
WAKTU sebenarnya berjalan seperti biasanya, hanya kita yang merasa waktu begitu cepat berlalu saat sedang menulis.

Maka sebenarnya siapa ini WAKTU?

Sungguh tak akan pernah bisa aku menuliskan segala hal tentang WAKTU. Jelas sekali karena WAKTU-ku yang tidak cukup untuk menuliskannya.


Kita benar benar diperbudak oleh WAKTU, terkurung didalamnya, menunggu hingga WAKTU sendirilah yang memutuskan untuk mengakhiri perbudakan ini -tewas-

Seolah berhasil mengatur waktu dengan membuat jadwal, padahal sebenarnya kalian sedang benar benar diperbudak olehnya, memulai jika sudah waktunya mulai, dan berakhir ketika waktunya berakhir.

Bayangkan jika tiba tiba waktu didunia menghilang(?)
Populasi manusia tidak akan berubah, tidak berkurang, maupun bertambah.
Setiap orang akan selalu dipanggil 'pak' 'buk' 'nak' 'dek' tak akan ada perubahan sosial, yang anak anak tetap menjadi anak anak, yang tua tetap menjadi tua.
Takkan ada lagi orang kaya baru, yang miskin tetap miskin, yang kaya tetap kaya.
Setiap orang akan berhenti beraktifitas, kebingungan kapan harus memulai, kapan harus berhenti.
Dan mungkin dunia akan benar benar berakhir karena hilangnya waktu, YA PASTI.

BINGUNG?

Apakah kalian mulai bertanya tanya
"Lalu apa yang harus kulakukan jika tak ingin diperbudak oleh waktu?"

TIDAK ADA

Kalian mungkin bisa melupakan waktu, melakukan segalanya sesuka hati, terserah kapan kalian akan tidur, kapan akan memulai, kapan harus bangun, dan kapan harus berhenti.
Tapi apakah kalian akan bertahan dengan itu semua? Tak ada tempat didunia ini bagi orang yang melupakan waktu, seakan menjadi hukuman karena 'pelanggaran' yang kita lakukan kepada waktu.

Selamanya kita akan seperti ini, diperbudak oleh waktu, karena semua memang sudah diatur karena adanya waktu.
Selamanya akan begini, sampai nanti waktu memutuskan untuk berhenti.

Dan selanjutnya kita akan menuju didunia dimana tidak ada waktu namun semua berjalan dengan sempurna, kita bebas kapan harus memulai dan berhenti, kita akan umur muda yang kekal, tidak menua pula memuda. Semuanya kekal, bahkan tidak akan berakhir.

Tinggal bagaimana kita memuja dan memohon pada 'bos'-nya waktu.
Dia yang menciptakan waktu, dan betapa hebatnya waktu. Dia yang memperbudak waktu itu sendiri, memerintahkan waktu, kapan harus memulai dan berhenti

Dia, Tuhanmu, Tuhan Kita.
Allah Subhanah wa Ta'alla.

Fzn.





Selasa, 09 Mei 2017

Tanya Apa, Tanya Mengapa, Tanya Bagaimana

Apa.
Apa yang harus kukatakan.
Bagaimana.
Bagaimana seharusnya kukatakan.
Mengapa.
Mengapa harus aku berkata.

"Diam," kata hujan.
"Berisik sekali hatimu yang kacau-bersuara parau."

Aku masih berdiri.
Berdiri saja terdiam.
Napasku kian memburu : terperanjat.

Masihkah kau sediakan tempat untukku?

April, 27th

Saiqoh Dianah

Kamis, 02 Maret 2017

The Dreamer vs Reality-man

"Sadar dan, kamu ga akan bisa"

dia duduk dihadapanku, melihat kearah jurnalku, kemudian menatapku rendah

"berhenti menatapku seperti itu, kau dan aku berbeda, dirimu hanya melihat apa yang seharusnya terlihat, dan aku, aku melihat aku bisa melakukannya"

jawabku seraya menutup jurnal yang menjadi awal pembicaraan kami, diriku akan segera beranjak untuk meninggalkannya, kini aku memunggunginya, hendak keluar kelas

"tak ada beda diantara kita, aku dan kamu sekarang sama sama melihat dan tahu kamu tidak mendapatkannya, dan kau harus mempercayai itu"

aku mematung, sedikit melirik kearahnya

"sama seperti aku percaya jurnalmu tak akan bergerak jika tak ada yang menggerakkanya, dan kita sama sama melihatnya, aku katakan lagi, sadarlah, tidak ada beda diantara kita"

diriku mulai geram terhadap ucapannya, aku kembali duduk dan menatapnya tajam, kuambil jurnalku dan menggesernya sedikit ketengah

"kau lihat? dia bergerak karna aku percaya dan bermimpi jurnalku akan bergerak"

dia tertawa seraya berkata

"ya, kau benar, sekarang aku melihatnya bergerak, dan aku percaya itu adalah kenyataan"

tawanya memelan, dari nada suaranya dia sedikit menekankan pada kata kenyataan, kini dia beranjak meninggalkanku, namun tatapannya tak berubah dari awal dia duduk dihadapanku, sampai saat dimana sekarang dia akan beranjak meninggalkanku-tatapan merendahkan

aku terus menatap punggungnya yang kini berlalu melewatiku seraya beranjak keluar dan melanjnutkan perkataannya

"dan sekarang silahkan kau bermimpi jurnalmu dapat melayang di udara,dan aku akan mulai mempercayainya, namun jika itu benar terjadi"

dia kembali tertawa, kali ini lebih keras,bahkan suara pintu yang ia tutup dari luar kelas tenggelam oleh tawanya.
kini tinggalah diriku seorang,aku menatap jurnalku kesal, aku pun berteriak jengkel dan segera turut berjalan keluar kelas

"Gubrak!"

suara yang cukup keras tepat saat aku melangkahkan kaki ku keluar kelas,aku menoleh sedikit ke dalam kelas

kini jurnalku tak berada diatas meja dimana seharusnya ia berada

dia, kini tergeletak tepat dibawah meja. -jurnalku-

.Fzn.

Jumat, 10 Februari 2017

Lima Prio Kecil

Jumat, 10 Februari 2017.
"Selamat ulang tahun Abi"
Rumpang.
Apa yang akan kalian katakan, jika hari ini ayah kalian bertambah tua, berkurang umurny?
Apa? Apa yang akan kalian katakan? Tepatnya setelah kalian mengucapkan selamat.
"Semoga abi panjang umur"
Aku sejujurnya rindu untuk mengatakan ini, rindu untuk mendoakan ini. Mungkin akan terdengar wajar jika kalian yang mengucapkannya kepada ayah kalian, tapi, salahkah jika aku yg mengucapkannya hari ini? Jelas salah, aku tak mau terdengar menyalahkan, atau mengutuk yang terjadi. Bahkan sekarang aku terdengar seperti mengutuk masa lalu, bukan maksud.
aku malu, untuk menuliskan sesuatu yang indah disini tentang abi, bukan karena sudah tak memilikinya, tapi aku malu jika terdengar terlalu mencintai abi disini, tapi nyatanya, tindakanku masih saja sering membuat abi kecewa, seakan aku tak mencintainya. Aku sangat mencintainya.
aku malu, untuk menuliskan sesuatu yang indah disini, bukan karna tak bangga, tapi karena aku malu terlihat cengeng, mengharap iba. Aku tau bukan itu yang abi inginkan untuk anak lelakinya, aku tau yang abi butuhkan adalah laki laki yang kuat dan tegar, bukan yang cengeng dan berharap dikasihani.
Heyy, tolong jangan pernah memberiku rasa kasihan, aku tak pernah memintanya, tolong jangan beriku ampun, aku tak mau terbiasa dengan hal yang mudah, aku sejujurnya tak mau jadi laki laki manja.
Aku tau, abi memang terlahir dari keluarga yang pahit, bahkan mungkin lebih pahit dari yang kurasakan, tapi aku lebih tahu, bahwa abi bukanlah pribadi yang cengeng dan manja, tak sepertiku,
Jadi tolong..
Jangan pernah lelah untuk tak memberiku kemudahan, jangan pernah lelah untuk tak menyusahkanku, jangan pernah lelah untuk tak menyalahkanku, jangan pernah lelah untuk membuatku terus merasa gagal.
Aku ingin tersadar, bahwa semua ini tak bisa dicapai hanya dengan berdiam.
Aku ingin menjadi pribadi yang kuat, seperti abi, bahkan lebih kuat dari abi, agar aku dapat mebuktikan dan tak selalu mengecewakan abi.
"Selamat ulang tahun abi"
"Semoga abi selalu dalam lindungan Allah, dari segala siksanya"
"Semoga keturunan abi menjadi pribadi yang kuat, serta Sholeh"
"Selamat ulang tahun abi, semoga abi tak hanya akan panjang umur, abi akan abadi, kepribadian abi sebagai orang yang kuat yang tak akan mati"
Biarkan semua orang tetap mengenal sosoknya.
5 Prio kecil.
Abi masih mempunyai 5 prajurit yang akan meneruskan perjuangannya.
Selamat ulang tahun abi, kami menyayangimu.

.Fzn.

Jumat, 03 Februari 2017

Paradigma pemeran utama

Senin, 30 Januari. Sebelum azan ashar berkumandang
"Dirimu adalah pemeran utama dalam kehidupanmu"
aku terduduk diam di shaf belakang, berpangku tangan, azan sebentar lagi berkumandang, fikiranku kini terpaku pada satu kutipan
"Dirimu adalah pemeran utama dalam kehidupanmu"
Kembali kutipan itu terngiang dalam otakku, pandanganku kosong, aku seperti tak setuju dengannya, otakku mencoba memutar balik fakta, berbagai pengalaman lalu mulai terputar ulang, menjadi bahan buktiku untuk tak menyetujuinya.
Logikaku mulai bermain,
-Hey, kalau dunia ini penuh dengan pemeran utama, siapa yang bakal kalah?
Hey, Jika semua orang didunia ini adalah pemeran utama, siapa yang membuat semuanya terhubung jelas?
Takkan ada aksi dan reaksi
Takkan ada baik dan buruk
Takkan ada menang dan kalah
Takkan ada suka dan duka-
Aku mulai setuju dengan logikaku, tapi opiniku belum cukup untuk tak menyetujuinya.
Kini seakan ada bagian dari fikiranku yang menolak opini bagian fikiranku yang lainnya.
-Semua justru akan terjadi jika dunia ini penuh dengan pemeran utama.
Akan ada aksi reaksi, karena semua orang akan menganggap dialah pemeran utama dan orang lain salah, menimbulkan reaksi
Akan ada baik dan buruk, Meskipun berkesan relatif, justru baik dan buruk akan menjadi bahan saling tuduh
Akan ada suka dan duka, jika apa yang mereka anggap benar adalah salah, dan kekecewaan timbul dengan paradigma pemeran utama
Dan, akan ada menang dan kalah, semua orang akan memperebutkannya untuk membenarkan dirinya adalah pemeran utama di dunia ini-
suara iqomah memecahkan lamunanku, ini semakin rumit, bahkan fikiranku tak saling setuju, seakan ikut terlibat memperebutkan paradigma pemeran utama ini
Sholat ashar telah dilaksanakan, diriku berjalan pulang ke asrama, kakiku melangkah diatas jalan setapak, tapi fikiranku masih berkutat dalam perseteruan tadi.
-kurasa kita tak membutuhkan pemeran utama dalam dunia ini, takkan ada kehancuran memperebutkan kemenangan, takkan ada peperangan memperjuangkan kebenaran, yang bahkan sekarang tak ada yang benar benar tau siapa yang benar
Dunia akan berjalan lebih damai jika tak ada yang menganggap dirinya benar, dirinya harus menang, dirinyalah pemeran utama-
Aku mulai setuju dengan opini fikiranku yang satu ini, tapi ternyata belum selesai, ada fikiran yang kembali mencoba menolaknya
-jika tak ada pemeran utama di dunia ini, takkan ada suka dan duka, semua akan berjalan stagnan, bagai garis lurus yang tak jelas apa bentuknya, kemana ujungnya
Dunia ini membutuhkan pemeran utama, yang akan membelokkan garis tadi, sehingga terbentuk gambar yang jelas, yang semua orang akan mengerti
Dunia ini membutuhkan pemeran utama, dialah yang menciptakan kemenangan, yang menimbulkan suka, menimbulkan duka, dia juga yang akan menimbulkan konflik, peperangan, tapi dialah pemegang kebenaran seutuhnya, benar yang benar benar benar, benar yang tidak salah, akan ada yang menentangnya, yang menganggap dirinya salah, tapi pemeran utama yang dibutuhkan dunia ini, kelak diakhir akan mendapatkan kemenangan, akan mendapatkan akhir yang bahagia-
Ya, aku setuju, sepertinya sekarang sudah tak terbantahkan lagi.
Tapi siapa pemeran utama yang dunia butuhkan.
Kurasa semua sifat yang tadi disebutkan tertuju pada sesuatu.
Ya, Dialah Tuhan sang pencipta alam ini. Kurasa fikiranku mulai tenang sekarang.

.Fzn.