terkadang dunia terasa begitu sempit, terkadang begitu luas, sehingga seperti tak satupun orang yang dapat kutemui untuk mengaduh cerita, entah harus disisi dunia mana lagi aku harus berkunjung, diriku hanya berkutat pada ruang hampa, bahkan untuk mengharapkannya indah, butuh lebih dari sekedar air mata. Salahkah bila aku selalu menganggap dirikulah yang paling terduka?
Selamat datang di duniaku, tak begitu sempit untuk menemui kebahagiaan, tak juga begitu luas untuk mengaduh kesedihan.
berapa kalikah harus mengalami kehilangan, untuk mengingat hati ini?
kesan hilang, awal perubahan
Kedatangan, kehilangan, perubahan
ketigany memiliki relasi, setiap ada yang datang, selalu ada yang hilang, dan perubahan?
tak cukupkah dengan hilangnya seorang ayah? aku harus kembali merasakan kehilangan terhadap karib, seakan tak hentinya Ia mencoba menasehati hati.
Ribuan kata akan mulai kususun, ungkapan rasa hati, duka, suka, lara, hilang, datang.
kisah hidupku, anak satu kakak, tiga adik, memang tak seindah kisah kalian, tapi tak ada salah mencoba melihat dari sisi pandang orang lain, memahami tanpa menuduh.
.Fzn.