Kamis, 02 Maret 2017

The Dreamer vs Reality-man

"Sadar dan, kamu ga akan bisa"

dia duduk dihadapanku, melihat kearah jurnalku, kemudian menatapku rendah

"berhenti menatapku seperti itu, kau dan aku berbeda, dirimu hanya melihat apa yang seharusnya terlihat, dan aku, aku melihat aku bisa melakukannya"

jawabku seraya menutup jurnal yang menjadi awal pembicaraan kami, diriku akan segera beranjak untuk meninggalkannya, kini aku memunggunginya, hendak keluar kelas

"tak ada beda diantara kita, aku dan kamu sekarang sama sama melihat dan tahu kamu tidak mendapatkannya, dan kau harus mempercayai itu"

aku mematung, sedikit melirik kearahnya

"sama seperti aku percaya jurnalmu tak akan bergerak jika tak ada yang menggerakkanya, dan kita sama sama melihatnya, aku katakan lagi, sadarlah, tidak ada beda diantara kita"

diriku mulai geram terhadap ucapannya, aku kembali duduk dan menatapnya tajam, kuambil jurnalku dan menggesernya sedikit ketengah

"kau lihat? dia bergerak karna aku percaya dan bermimpi jurnalku akan bergerak"

dia tertawa seraya berkata

"ya, kau benar, sekarang aku melihatnya bergerak, dan aku percaya itu adalah kenyataan"

tawanya memelan, dari nada suaranya dia sedikit menekankan pada kata kenyataan, kini dia beranjak meninggalkanku, namun tatapannya tak berubah dari awal dia duduk dihadapanku, sampai saat dimana sekarang dia akan beranjak meninggalkanku-tatapan merendahkan

aku terus menatap punggungnya yang kini berlalu melewatiku seraya beranjak keluar dan melanjnutkan perkataannya

"dan sekarang silahkan kau bermimpi jurnalmu dapat melayang di udara,dan aku akan mulai mempercayainya, namun jika itu benar terjadi"

dia kembali tertawa, kali ini lebih keras,bahkan suara pintu yang ia tutup dari luar kelas tenggelam oleh tawanya.
kini tinggalah diriku seorang,aku menatap jurnalku kesal, aku pun berteriak jengkel dan segera turut berjalan keluar kelas

"Gubrak!"

suara yang cukup keras tepat saat aku melangkahkan kaki ku keluar kelas,aku menoleh sedikit ke dalam kelas

kini jurnalku tak berada diatas meja dimana seharusnya ia berada

dia, kini tergeletak tepat dibawah meja. -jurnalku-

.Fzn.